*** Ahlan wa Sahlan di Majalah Shafa online ***
=======================================================================

Monday, 9 May 2016


“Al-Qur’an akan mengatakan, ‘Wahai Rabbku aku telah menghalanginya tidur di malam hari, maka izinkanlah aku untuk memberikan syafa’at kepadanya.’ Maka keduanya (puasa dan al-Qur’an) pun memberikan syafa’atnya.”


Syaikh As-Sa’di mengatakan, “Maka, Al-Qur`an mengandung obat dan rahmat. Hal ini tidak diperuntukkan bagi setiap manusia, melainkan hanya kepada orangorang yang mengimaninya, membenarkan ayat-ayatnya, serta mengamalkannya.
Adapun orang-orang zhalim yang tidak membenarkan atau tidak mengamalkanya, maka Al-Qur`an tidak menambah bagi mereka melainkan kerugian, karena akan menjadi hujjah yang akan menuntut mereka.”


“Dikatakan kepada ahlul qur’an (pada hari kiamat), ‘Bacalah (al-Qur’an) dan naiklah (ke derajat surga), bacalah dengan tartil sebagaimua engkau mentartilkannya di dunia, sesungguhnya kedudukanmu (di surga) sesuai dengan akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud no. 1317)


Imam an-Nawawi -rahimahullah- berkata,“Kaum Muslimin sepakat tentang wajibnya mengagungkan al-Qur’an al-Aziz secara mutlak dan wajib pula mensucikannya dan menjaganya.”


Bagaimana saat dunia ini selamanya hanya terselimuti malam, tanpa matahari yang menyinari dan siang pun pergi, tanpa pelita di malam hari dan gulita pekat mengguritai bumi, apa yang terjadi?


Berkata sebagian salaf, “Tidaklah aku bermaksiat kepada Allah, melainkan aku dapati (pengaruh jeleknya) nampak dari akhlak istri dan hewan tungganganku.”


Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (artinya), “Al-Qur`an akan menjadi pembela bagimu atau menjadi bumerang atasmu” (HR. Muslim, 1/501)


Banyak yang mengamalkan belum tentu benar. Sebab kebenaran hanya ditimbang dengan neraca syara’. Kapan pun sebuah amalan sesuai dengan syara’, ketika itulah ia dihukumi benar dan boleh diamalkan.


... Ini artinya, sesuai statmen para dokter, ia tidak akan bertahan hidup melainkan maksimal tiga atau empat tahun. Belum lagi, yang secara ilmiah, mustahil baginya untuk bisa hamil dalam kondisi seperti ini.

Saat ini banyak umat Islam yang memahami bahwa wakaf hanya terkurung pada pembangunan masjid saja, sehingga berjubel orang-orang yang ingin mewakafkan sebagian tanahnya untuk dibangunkan masjid. Memang tidak salah pada keinginan tersebut, tapi dengan banyaknya tanah yang diwakafkan untuk masjid, khususnya di Ibu Kota (Jakarta) mulai dipermasalahkan tentang sertifikat wakafnya.

Pencarian