*** Ahlan wa Sahlan di Majalah Shafa online ***
=======================================================================

Monday, 9 January 2017


Dalam fakta sejarah, ada saja manusia yang menyakini dan tenggelam dalam doktrin ini, seperti al-Hallaj (wafat 309 H), Ibnul Faridh (wafat 632 H), Ibnu Arabi (wafat 638 H). Di negeri ini tidak asing pula nama Syekh Siti Jenar (Lemah Abang) pada masa kerajaan Demak dengan ajarannya manunggaling kawulo gusti. Inilah fitnah syubhat. Padahal secara akal sehat hal itu tidak mungkin. Terlebih dalam kacamata syariat Islam.



Sesungguhnya Allah ta'ala menyanjung Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di sisi para malaikat yang dekat kepadanya, dan para malaikat juga menyanjung Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mendoakannya. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya! Bershalawat dan bersalamlah kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebagai penghormatan dan pengagungan.


Rasulullah bersabda (artinya): “Aku tunggu kalian di telaga, barangsiapa mendatanginya maka ia akan meminumnya, dan barangsiapa meminumnya maka ia tidak akan merasa haus selama-lamanya....


Adapun duduk untuk membaca tasyahud akhir, maka semua madzhab yang empat; Abu Hanifah, Malik, Syafi`i dan Ahmad berpendapat hukumnya adalah wajib karena bagian dari rukun shalat. Maka barang siapa meninggalkan tasyahud akhir, shalatnya tidak sah sebagaimana orang yang shalat tidak membaca surat Al-Fatihah.



Keindahan cahaya purnama ternyata akan menjadi hiasan bagi ribuan wajah penduduk surga. Keindahan yang tidak pernah membosankan, pancaran cahaya lembut yang selalu dirindukan. Mereka inilah golongan yang pertama kali masuk surga.


Romantis yang tersisihkan. Perlahan kilaumu memudar, terlipat oleh keriput zaman. Makin kuat mengukuhkan realita, kalau kaum muslimin jauh sekali dari petunjuk Nabinya shallallahu 'alaihi wasallam.


Adab (Edisi 1 Th. III): Adab Bershalawat

Posted by Admin Shafa On 14:48 No comments

Allah ta'ala memerintahkan penduduk bumi untuk bershalawat agar sempurna pujian kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari semua penghuni langit dan bumi. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Dan bershalawatlah kepadaku, karena shalawat kalian sampai kepadaku dimanapun kamu berada”. (HR. AbuDawud no. 2042)




Inilah hujan, air dengan beribu berkah yang tertitip dalam butiran-butiran sejuk sebagai rahmat dari Allah ta'ala. Setiap kita, bahkan seluruh makhluk yang hidup di muka bumi ini, berharap air itu senantiasa berbalut berkah. Lantas, bagaimana kita bisa menjaganya?



Aku, seorang wanita belia, tumbuh di dalam keluarga Yahudi Amerika, dalam keluarga yang broken home. Setelah ayahku bercerai dari ibuku, lalu menikah lagi dengan wanita lain, aku semakin merasakan kepedihan yang bertumpuk-tumpuk. Akhirnya akupun lari dari rumah saat berusia tujuh belas tahun, dari satu negara ke negara lain.


Shahabiyat, sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari kalangan wanita, mereka inilah gelang-gelang menawan yang semakin antik. Lewat tangan-tangan mereka, kepribadiannya semakin unik dirindu. Ini di dunia, bagaimana ketika di akhirat nanti?

Pencarian