*** Ahlan wa Sahlan di Majalah Shafa online ***
=======================================================================

Monday, 11 September 2017


Tak pernah tersentuh... Karena tempatnya begitu istimewa.
Tak pernah tersentuh.... Siapakah mereka?...


Maka, perintahkanlah istri-istrimu -ummahatul mukminin- para wanita yang suci, perintahkanlah pula kepada anak-anak perempuanmu yang mulia agar mereka mengenakan jilbab syar’i dan agar mereka menutup diri dari pandangan kaum lelaki asing (yang bukan mahromnya).


... ‘Sudikah engkau jika kutunjukkan seorang wanita penghuni Surga?’...


Istihadhah terjadi karena adanya urat yang terputus (luka) sehingga darah terus mengalir berwarna merah segar, tidak akan berhenti kecuali karena sudah sembuh.



Allah ta'ala berfirman (artinya): “Dia (Allah) menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Asy-Syura’: 49)



Bagiku mentari tidaklah terbit di ufuk timur, tapi ia terbit di wajah yang ceria.


Di tempatkan di depan, tengah, belakang, diletakan di dinding, di taruh di meja, rona dan lekuknya tetaplah menyejukan pandang. Inilah bunga istimewa. Semakin dirias, bertambah pesonanya. Dibiarkan apa adanya, ia tetap mekar merona.



Apa yang melekat dan bersanding, semua berpotensi dan rentan dalam kerapuhan, sebelum akhirnya lenyap terkubur. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah ta'ala.



Keimanan telah menyinari sayap-sayapnya. Hatinya jernih mengkilap sehingga ia pun terbit menyingsing tanpa kuasa dipandang melainkan dari pandangan Islam.


Memang, sulit sepertinya, untuk menandingi mereka, tapi paling tidak kita bisa memposisikan diri dari mereka. Menjadikan mereka sumber keteladanan yang tidak bertepi setelah Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Pencarian