*** Ahlan wa Sahlan di Majalah Shafa online ***
=======================================================================

Thursday, 5 October 2017

Aqidah (Ed. 4 Th. III): Menatap Mantap

Posted by Admin Shafa On 16:21 No comments

Allah ta'ala berfirman, yang artinya: “Dia (Muhammad) tidak berbicara dari hawa nafsunya, akan  tetapi dari wahyu yang telah diwahyukan kepadanya” (QS. An-Najm: 3)

Tafsir (Ed. 4 Th. III): Lata Merata

Posted by Admin Shafa On 16:18 No comments

Sebagaimana orang yang beriman, sejak zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diutus hingga
akhir zaman nanti, diperintah untuk memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, mereka juga
diperintahkan untuk memelihara diri dari fitnah.

Hadits (Ed. 4 Th. III): Gemuruh Dada

Posted by Admin Shafa On 16:17 No comments

Dan sabda beliau “Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui” yakni apa yang beliau ketahui dari pemandangan neraka, sebagaimana yang ditunjukkan dalam riwayat an-Nadhar bin Syumail, maka benar-benar kita akan banyak menangis dan sedikit tertawa. Sebagaimana malaikat Mikail tidak pernah tertawa sejak Allah ta'ala menciptakan neraka.


Hukum berwudhu adalah wajib bagi orang yang terkena hadats, sedangkan orang yang dalam
keadaan suci hukumnya adalah sunnah saja (mustahab).


Allah Ta'ala berfirman (artinya): “Dan Dialah (Allah) yang menjadikan bintang-bintang bagimu,
agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut.” (QS. al-An’am: 97)


Tanpa warna, hidup hanya terasa hitam putih. Coba bayangkan, seandainya semua yang terlihat
ini hanya berwarna hitam dan putih, maka itu akan terlihat murung sebagaimana
penampilannya.


Dua perbuatan ini dilakukan tidak lain agar terjaga dari gangguan setan dan jin. Dimana
menahan anak-anak agar tidak keluar rumah pada saat tiba waktu maghrib ialah untuk menjaga
mereka dari gangguan setan yang tersebar pada waktu itu. Demikian pula dengan menutup
pintu pada waktu itu dan menyebut nama Allah ta'ala saat menutupnya.


Dalam hening terhamparkan kepasrahan. Saat itu hati begitu mudah
kembali. Terlebih ketika cahaya malam hanya bisa menemani dari balik
celah-celah kecil. Inilah malam, yang dicipta bak pakaian, menyelimuti untuk meneduhkan hati.


Dimana posisi kaum muslimin dari pelajaran yang agung ini..?
Dimana mereka yang telah begitu ringannya mengabaikan keluarganya..?


Tidak ada seorang pun ingin terjebak dalam kehimpitan lagi sempit. Siapa yang mau susah?
Tidak ada. Semua pasti memimpikan kelapangan. Lapang hidup, lapang rezeki, lapang dada,
lapang usaha, lapang masa depan, dan yang lainnya.

Pencarian