*** Ahlan wa Sahlan di Majalah Shafa online ***
=======================================================================

Wednesday, 16 November 2016


Setiap yang bernyawa pasti akan menjumpai kematian, suka tidak suka pasti ia akan mati, baik ia seorang jenderal ataupun seorang kopral, baik ia pejabat atau rakyat, baik ia seorang yang terhormat atau terlaknat. Alam setelah kematian dinamakan barzakh, yaitu alam antara dunia dan akhirat, alam setelah kematian dan sebelum kebangkitan.



Allah Ta'ala berfirman (artinya): Tiap-tiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun.” (QS. al-A’raf: 34)


HADITS (Edisi 12 Th. II): Wisata Kubur

Posted by Admin Shafa On 10:25 No comments

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (artinya): “Pelana unta tidak boleh dipasang (dalam rangka bersafar dengan tujuan mengkultuskan suatu tempat) kecuali ke tiga masjid saja; Masjidku ini (Nabawi), Masjidil Haram, dan Masjidil Aqsha.” (HR. al-Bukhari no. 1115 dan Muslim no. 2475)



Hak seorang muslim yang telah meninggal adalah dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan dikuburkan berdasarkan ijma` (kesepakatan) kaum muslimin, kecuali orang-orang tertentu yang tak perlu diperlakukan dengan tiga hal pertama di atas, seperti orang yang mati syahid di dalam peperangan, cukup dikuburkan saja.



Akan tiba saatnya senyum menjelma tangis, entah kapan? Dan itu pasti, ketika orang-orang tercinta, dan orang-orang terdekat kita, berpisah, pergi jauh menyisih dari kita. Apakah ia merantau, atau merintis istana mungil di seberang sana? Yang pasti, itulah perpisahan yang sisakan tangisan. Bagaimana, ketika kematian mengantar orang-orang tercinta ke alam baka? Ketika ibu, ayah, suami, istri,anak, bersandar di pangkuan kita, membisikkan perpisahan dalam ketidakberdayaan.

Seorang lelaki bertanya kepada al-Hasan al-Bashri, “Beberapa pemuda datang melamar putriku, sebaiknya aku memilih yang mana?.” Beliau menjawab, “Yang paling bertakwa. Karena jika ia mencintainya maka ia akan memuliakannya, dan jika ia membencinya, maka ia tidak akan berbuat zalim kepadanya.”

Di antara ajaran Islam yang sangat luhur adalah menghormati muslim tatkala masih hidup maupun yang sudah meninggal. Ketika seorang muslim meninggal, Islam tetap memberikan penghormatan dan pemuliaan kepada mayit. Mulai dari pengurusan saat meninggal sampai ia dikuburkan.

Para fuqaha (ulama ahli fikih) menganjurkan agar kita mengucapkan salam kepada para ahli kubur dan mendoakan mereka. Tentunya kuburan kaum muslimin. Jika diketahui bahwa kuburan itu bukan kuburan kaum muslimin, maka hal itu tidak perlu dilakukan.



Suatu hari, setelah kami menghabiskan hari-hari yang indah bersama keluarga di kota Dammam. Aku beranjak pergi dengan mengendarai mobil pribadiku melewati
jalan protokol antara kota Dammam dan Riyadh. Aku ditemani oleh tiga saudariku. Bukannya membaca doa safar yang ma’tsur, aku malah terpedaya dengan suara-suara setan, terjebak oleh tipu daya dan belenggunya, dan dijadikan terasa indah dalam diriku untuk mendengar nyanyian-nyanyian yang haram. Ini membuatku terus-menerus melalaikan Allah Ta'ala...



Kita memang masih harus banyak belajar, bahwa selembar Rp. 50.000,- serasa kecil saat dimasukkan kontak infak, dan serasa besar kala jajan dan makan-makan di restauran. Saatnya kita harus banyak belajar lagi kepada para sahabat Nabi.


Pencarian