*** Ahlan wa Sahlan di Majalah Shafa online ***
================================================================================

Monday, 8 December 2014

Di dalam al-Qamus al-Fiqhi dan al-Mu'jam al-Wasith, Puasa secara etimologi (bahasa) bermakna menahan diri dari sesuatu, baik perkataan maupun perbuatan.

Adapun secara terminologi syariat (istilah syara'), Sayyid Sabiq di dalam Fiqih Sunnah mendefinisikan puasa sebagai perbuatan menahan diri dari perkara-perkara yang membatalkan puasa, dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan disertai niat. Hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum dan jima'. Baca Selengkapnya ↴↴

0 komentar:

Post a Comment

Komentar Anda kami akan tampilkan setelah moderasi, terima kasih.

Pencarian